KUMPULAN HALAMAN
Cari Blog Ini
Jumat, 11 Maret 2016
Jumat, 26 Desember 2014
MATERI MAPABA (PART III STUDI GENDER “G E N D E R - Pemahaman Tentang Pembedaan Jenis Kelamin")
Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa istilah “gender” sudah
menjadi pembicaraan umum mulai dalam forum formal sampai forum non formal.Dari
kaum intelektual sampai komunitas yang ada di pasar. Suatu kebanggaan ketika
wacana gender tersebut sudah membasis di masyarakat yang kemudian coba difahami
dan disadari, akan tetapi akan menjadi bencana ketika hal tersebut dimaknai
secara sepenggal bahkan sampai disalah tafsirkan. Fenomena ternyata membuktikan
bahwa masih terdapat kesalahan pemahaman tentang gender.
Gender…apa
itu?
Gender berasal dari bahasa
Inggris “GENDER” berarti jenis kelamin. Yakni perbedaan yang nampak
laki-laki dan perempuan dilihat darinilai dan tingkah laku.
Adalah
pembagian peran, Tanggung jawab, fungsi, hak dan kewajiban baik laki-laki
maupun perempuan yang di bentuk dan di kembangakn oleh social, budaya dari
sekelompok masyarakat yang dapat berubah menurut waktu dan tempat serta kondisi
setempat. Seks adalah : Perbedaan jenis kelamin perempuan dan laki-laki
yang bersifat biologis, kodrati dan karunia Tuhan Yang Maha Kuasa.
MATERI MAPABA (PART II KEORGANISASIAN PMII "PMII dari Masa ke Masa")
Nilai seseorang
sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya,
keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat dan
kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya.
(Ali bin Abi Talib).
Selemah-lemah manusia ialah orang
yg tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg
mensia-siakan sahabat yg
Telah dicari. (Ali bin Abi Thalib).
Sejarah Lahirnya PMII
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang merupakan organisasi terbesar di Indonesia yakni dengan jumlah 229 Cabang definitif dan tidak serta merta lahir dan ada begitu saja.Lahirnya PMII juga ibarat bayi yang mau lahir ke dunia, harus penuh perjuangan dan pengorbanan yang tidak mudah. Jauh sebelum lahirnya organisasi kemahasiswaan ini, embrio untuk mendirikan sebuah organisasi Nahdlatul Ulama (NU) sudah lama bergejolak, namun pihak NU belum memberikan lampu hijau, ini disebabkan banyak hal yang melatar belakangi kondisi politik tahhun 1950[1]. Ide dasar berdirinya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bermula dari adanya hasrat kuat para mahasiswa Nahdliyin untuk membentuk suatu wadah (organisasi) mahasiswa yang beridiologi Ahlussunnah Waljama’ah (aswaja). Ide ini tak dapat dipisahkan dari eksistensi IPNU-IPPNU, secara historis, PMII mrupakan mata rantai dari departemen perguruan tinggi IPNU yang dibentuk dalam muktamar IIII PNU di Cirebon Jawa Barat pada tanggal 27 - 31 Desember 1958. Di dalam wadah IPNU-IPPNU ini banyak terdapat mahasiswa yang menjadi anggotanya, bahkan mayoritas fungsionaris pengurus pusat IPNU-IPPNU berpredikat sebagai mahasiswa.Itulah sebabnya, keinginan dikalangan mereka untuk membentuk suatu wadah khusus yang menghimpun para mahasiswa nahdliyin. Pemikiran ini sempat terlontar pada muktamar II IPNU tanggal 1 - 5 Januari di Pekalongan Jawa Tengah, [2]) tetapi para pucuk pimpinan IPNU sendiri tidak menanggapi secara serius.
MATERI MAPABA (PART I Mahasiswa & Tanggung Jawab Sosial "Memahami Peran, Posisi dan Tanggung Jawab Mahasiswa")
Berbicara
tentang mahasiswa, sebagaian besar dari kita sudah mengetahui siapa yang di
sebuat sebagai mahasiswa.Semua orang mempunyai pengertian yang berbeda tentang
mahasiswa dan semua itu tidak ada yang salah.
a. Pengertian mahasiswa
Mahasiswa
dalam peraturan Pemerintahan RI No.30 tahun 1990 adalah peserta didik yang
terdaptar dan belajar di perguruan tinggi tertentu. Selanjutnya menurut Sarwono
(1978) mahasiswa adalah oarang yang secara resmi terdaftar untuk mengikuti
pelajaran di perguruan tinggidengan batas usia 18-30 thn.Mahasiswa
merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh statusnya kkarena
iktan dalam perguruan tinggi, mahsiswa juga merupakan calaon intelektual atau
cendakiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat dengan berbagai predikat.Menurut
konpfemecher (didalam Suwono 1978) mahasiswa merupakan insan-insan calaon
sarjana yang dalam keterlibatanyadengan perguruan tinggi yang makin menyatu
dengan masyarakat.Di didik dan di harapkan menjadi calon-calon intelektual.Dari
pendapat diatas dapat di jelaskan bahwa mahasiswa adalah status yang di sandang
oleh seseorang karena hubungannya dengan perguruan tinggi yang nantinya di
harapkan menjadi calon-calon intelektual. Namun jika kita mendifinisikan
mahasiswa secara sederhana maka kita akan menampikan peranan yang nyata dalam
perkembanganya arus bangsa. Ketika kita mencoba menyederhanakan peran mahasiswa
dengan mengambil difinisi ‘setiap orang yang belajar di perguruan tinggi’
difinisi itu akan mempersempit makna atau esensi dari mahasiswa itu sendiri.
Mengingat sejarah panjang mahasiswa dalam perananya dalam membangun bangsa,
seorang indonesianis, Ben Anderson menyatkan bahwa “bahwa sejarah indonesia
adalah sejarah pemudanya”. Fenomena mahalnya biaya pendidikan menuntut
mahasiswa untuk menyelesaikan study tepat waktu, sehingga segala energi di
kerahkan untuk mendapat gelar sarjan atau diploma sesegera mungkin.
a. Pengertian mahasiswa
PMII Kutai Timur Adakan Pelantikan

Sangatta 02/12/2014, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kutai Timur yang ke IV masa khidmat 2014-2015 itu dilantik oleh Ketua I PB PMII Bidang Kaderisasi sahabat Munandar N pada malam hari sekitar pukul 19.30-23.00 Wita di Aula Kampus STAI Sangatta Kutai Timur.
“Perjuangan yang luar biasa dan semangat persatuan Formatur PC PMII IV itu ahirnya membuahkan hasil. Kami selaku panitia sangat mengapresiasikan kerja keras dan usaha mereka. Dan sekali lagi mohon maaf karena pemberitahuan kami kurang terkesan singkat” sambutan Nur Muhabibudin selaku Ketua Panitia Pelantikan.
Parade sambutan agak panjang pada kesempatan kali ini tidak hanya disambut oleh PB PMII, tapi juga ada sambutan dari Mabincab, dan pemerintah dalam hal ini disampaikan oleh Dinas Pendidikan dan kemudian kegiatan ini dibuka oleh PKC PMII Kaltim dilanjutkan prosesi pelantikan dengan membacakan susunan PC PMII Kutai Timur masa khidmat 2014-2015.
Kamis, 02 Oktober 2014
Mahasiwa Pesimis Aspirasi Bisa Tepat Sasaran
| Lambang PMII & HMI |
Sangatta,WARTAKUTIM.com – Mahasiswa Kutim yang tergabung dalam beberapa organisasi kemahasiswa seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kutai Timur (Kutim) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang sangatta mulai bersuara tentang Pokok –Pokok Pikiran (P3) Anggota DPRD Kutim.
Menurut Mereka, P3 Anggota DPRD Kutim atau yang biasa dikenal Aspirasi dewan dalam bentuk proyek, banyak yang tidak tepat sasaran membuat sehingga sebagian masyarakat kurang percaya lagi dengan janji-janji yang ditawarkan. Bahkan, mereka pesimis dengan anggota dewan terpilih dapat mewujudkan semua apa yang dilontarkan kepada rakyat saat belum terpilih.
Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kutai Timur (Kutim) Nashirudin menilai, Pokok pokok pikiran (P3) anggota dewan yang tertuang dalam Aspirasi dewan dalam bentuk aspirasi proyek tidak menjamin sepenuhnya dapat memberikan kebutuhan masyarakat umum.
PMII KUTIM GELAR AKSI DAMAI MEMPERINGATI KESAKTIAN PANCASILA
Sangatta - Memperingati Hari Kesaktian Pancasila yag ke-49
puluhan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cab. Kutai Timur
gelar aksi damai di depan kantor DPRD, Rabu (1/10). Kordinator
Lapangan, Nur Muhabibudin mengaku, anggota berkisar 50 orang berangkat dari
sekertariat PMII di Jalan Apt. Pranoto. Gg. Donomulyo menyisir jalan Yos.
Sudarso II, sempat berorasi di simpang 3 Kantor Pos dan juga simpang 3 Jalan Pendidikan, mulai pukul 08.00 wita
dan berakhir ada pukul 11.00. “Aksi damai ini juga masih dalam pengawalan
ketat aparat kepolisian dan satpol PP, juga terlaksana aman terkendali’,
katanya.
Langganan:
Postingan (Atom)

